featured-image-sejarah-sistem-operasi

Sejarah Sistem Operasi Secara Singkat

Sistem operasi telah melalui perjalanan yang panjang hingga menjadi seperti yang kita kenal pada masa kini. Sistem operasi memiliki hubungan yang erat dengan arsitektur mesin komputer di mana sistem operasi beroperasi. Oleh karena itu, kita akan turut membahas perkembangan dari mesin komputer dari masa ke masa beserta sistem operasi yang berjalan pada mesin komputer tersebut.

Desain komputer digital pertama kali dibuat oleh seorang ahli matematika berkebangsaan Inggris bernama Charles Babbage (1792-1871). Meskipun Babbage menghabiskan sebagian besar waktunya untuk membuat mesin analitisnya, dia tidak dapat menghasilkan mesin seperti yang dia harapkan agar dapat bekerja seperti desain yang dia buat. Mesin yang dibuatnya masih betul-betul bekerja secara mekanik, dan teknologi pada zamannya belum memungkinkan untuk dibuatnya komponen-komponen berpresisi tinggi yang dibutuhkan untuk mesinnya.

Pada akhirnya Babbage menyadari bahwa dia akan membutuhkan sistem operasi untuk mesin analitis buatannya. Oleh karenanya, Babbage mempekerjakan seorang wanita muda bernama Ada Lovelace. Ada Lovelace merupakan anak dari penyair termasyhur Inggris yang bernama Lord Byron. Nama bahasa pemrograman Ada diambil dari nama Ada Lovelace, seorang wanita yang dikenal sebagai programmer pertama di dunia.

 

Komputer Generasi Pertama (1945-1955): Tabung Hampa Udara (Vacuum Tube)Tabung hampa udara dari generasi pertama - Belajar Pemrograman

Prof. John Atanasoff dan mahasiswa pascasarjananya di Iowa State University yang bernama Clifford Berry mesin komputer digital pertama yang dapat berfungsi. Komputer tersebut menggunakan 300 tabung hampa udara. Pada waktu yang tidak jauh berbeda, Konrad Zuse di Berlin, Jerman membangun komputer Z3 untuk mendesain pesawat terbang dan peluru kendali. Pada tahun 1944, komputer Colossus dibuat oleh sebuah grup di Bletchley Park, England. Komputer Mark I dibuat oleh Howard Aiken di Harvard. Dan komputer ENIAC dibuat oleh William Mauchley dan mahasiswa pascasarjananya J. Presper Eckert di University of Pannsylvania.

Meski komputer-komputer tersebut sebagian sudah dapat diprogram, namun semuanya masih primitif dan menghabiskan cukup waktu hanya untuk mengerjakan suatu penghitungan yang sangat sederhana. Pada masa-masa tersebut, belum dikenal bahasa pemrograman. Bahasa assembly sekalipun juga belum dikenal pada masa itu. Sebagian komputer diprogram dengan menghubungkan rangkaian elektronik melalui ribuan kabel untuk mengontrol kerja dari mesin komputer. Pada masa itu, belum dikenal sistem operasi.

 

Komputer Generasi Kedua (1955-1965): Transistor dan Batch System

Transistor mulai dikenal pada sekitar pertengahan 1950an. Dikenalnya transistor dalam dunia produksi perangkat elektronik banyak mengubah bagaimana sebuah perangkat dibuat, termasuk komputer. Untuk pertama kalinya terdapat pembeda yang jelas antara designer, builder, operator, programmer, dan personil maintenance.

Pada masa itu, komputer hanya dimiliki oleh perusahaan-perusahaan besar atau beberapa universitas karena harganya yang mencapai berjuta-juta dolar. Untuk mengerjakan suatu perintah, seorang programmer menulis program terlebih dahulu dengan bahasa pemrograman FORTRAN atau assembly pada suatu tablet kertas. Selanjutnya program tersebut dibuat menjadi kumpulan kartu berlubang (punched card) dengan satu kartu berlubang menyimpan sebuah instruksi dari program. Kartu berlubang yang berisi perintah-perintah bahasa pemrograman tersebut selanjutnya dapat di-compile menjadi kartu berlubang yang berisikan program.

Ilustrasi batch system - Belajar Pemrograman

Untuk mengotomatisasi agar komputer terus bekerja dari satu input ke input berikutnya terus berlanjut hingga selesai, digunakanlah batch system. Dengan cara tersebut, tidak banyak waktu yang dihabiskan hanya untuk membawa kumpulan kartu dan hasil cetak dari output ke sana kemari sebelum semua pekerjaan yang diharapkan dikerjakan oleh komputer diselesaikan. Suatu komputer sederhana digunakan untuk mentransfer instruksi program dalam kartu-kartu berlubang ke dalam pita magnetik. Pita magnetik tersebut kemudian dimuat ke dalam komputer utama yang dapat membaca dan menjalankan instruksi-instruksi program dalam pita magnetik. Output dari semua program dalam pita magnetik tersebut kemudian disimpan dalam sebuah pita magnetik khusus yang menyimpan output. Selanjutnya setelah semua pekerjaan selesai dikerjakan dan output dihasilkan dalam pita magnetik, operator membawa pita khusus yang berisikan output pada sebuah komputer sederhana untuk mencetak output yang dihasilkan. Ilustrasi di atas menggambarkan jalannya proses ini hingga mencetak output yang dihasilkan.

Komputer pada generasi ini kebanyakan digunakan untuk penghitungan ilmiah. Program-program tersebut diprogram dengan bahasa pemrograman FORTRAN dan assembly. Kebanyakan sistem operasi yang digunakan adalah FMS (Fortran Monitor System) dan IBSYS, sistem operasi milik IBM untuk komputer IBM 7094.

Komputer Generasi Ketiga (1965-1980): IC dan Multiprogramming

Komputer pada generasi ini sudah mulai menggunakan IC (Integrated Circuit), sirkuit terpadu. Konsep multiprogramming, yaitu kemampuan untuk menyimpan beberapa program sekaligus dalam sebuah memori dengan masing-masing tersimpan dalam satu partisi memori, mulai dikenalkan pada generasi ini dalam komputer IBM 360. Sembari sebuah program menunggu unit I/O untuk menyelesaikan tugasnya, program yang lain dapat menggunakan CPU. Suatu hardware khusus mencegah program untuk mengganggu satu sama lain.

Sistem multiprogramming dengan tiga program dalam memori - Belajar Pemrograman

Selanjutnya pada generasi ini dikenal sistem timesharing, yang mana setiap user masing-masing memiliki sebuah terminal online. Sehingga beberapa orang sekaligus dapat menggunakan sumber daya dari komputer yang sama. Salah satu sistem dengan timesharing yang dikenal adalah MULTICS (MULTiplexed Information and Computing Service), yang kemudian menjadi cikal bakal dari sistem operasi UNIX. MULTICS memiliki pengaruh sangat besar bagi perkembangan sistem operasi pada masa berikutnya. Salah satu perkembangan besar selama generasi ini adalah bahwa minikomputer telah banyak mulai dipasarkan dengan harga yang lebih dapat dijangkau dibandingkan dengan harga komputer dari generasi sebelumnya.

 

Komputer Generasi Keempat (1980-Sekarang): PC (Personal Computer)

Dengan perkembangan rangkaian terpadu, IC, yang telah dapat menampung ribuan transistor pada silikon sebesar satu sentimeter persegi, komputer dengan ukuran-ukuran yang semakin kecil banyak dikembangkan. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa pada awalnya sistem operasi disimpan dalam media penyimpanan berupa disket/floppy disk. Beriring dengan perkembangan teknologi perangkat storage, sistem operasi dikembangkan dengan berbagai fitur hingga mendukung tampilan grafis yang mensyaratkan sumber daya komputer baik memori, storage, maupun processor yang berspesifikasi lebih tinggi. Microsoft Windows, Macintosh, dan UNIX/Linux menjadi sistem operasi paling banyak digunakan pada saat ini.

Muhammad Ikhsan

Senang belajar dan berbagi ilmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *